Rabu, 20 April 2011
CAGUB 2012 + Political marketing = GUB BABEL
CAGUB 2012 + Political marketing = GUB BABEL
Pesta demokrasi di babel 2012 ini sudah hampir memasuki tahapan yang dijadwalkan oleh KPU BABEL, tetapi sampai dengan sekarang derang menderang calon belum begitu tampak, berkaca dari itu semua saya pengen nebgeluarkan uneg uneg saya secara pribadi,
SIAPA calon gubernur yang saleable (layak jual) untuk BABEL 2012 menarik untuk
didiskusikan. Pertama, menyangkut masa depan BABEL 5 tahun mendatang. Kedua,
isu banyaknya kandidat yang muncul. Baik secara terang mengumumkan akan maju,
maupun yang masih malu-malu tapi terus melakukan soft compaign.
Pertanyaan ini penting dimunculkan. Bukan saja bagi masyarakat BABEL yang
(mungkin) mengalami “kebingungan” untuk memilih. Melainkan harus pula disadari
oleh kandidat, layak tidakkah ia mencalonkan diri. Demi mengetahui posisioning
dan diferensiasi kandidat atau partai di mata publik. Cukup berintegritaskah,
baik dalam hal identitas maupun citra kandidat. Atau hanya sampah yang “didaur”
ulang. Istilah klasiknya,
Menjadi calon gubernur memang hak asasi dan dilindungi konstitusi. Sama halnya
hak politik lain sebagai warga negara dengan ketentuan dan syarat yang berlaku.
Baik melalui calon perseorangan, maupun jalur partai. Apalagi dalam iklim
demokrasi yang sedang kita rajut dan bangun bersama BABEL. Yang
pasti, adagium jangan kalah atau menyerah sebelum bertanding mesti diakomodir.
Walau, ongkos politik menuju kursi BABEL 1 tidaklah murah. Begitupun halnya
pemilih, harus benar-benar mengetahui calon mana yang layak untuk dipilih atau
kita “beli” untuk memimpin BABEL mendatang.
Political marketing
Dalam konsep dasar political marketing, bicara produk politik biasanya
dirumuskan dalam 4 hal. Yaitu, person, party, policy dan presentation. Pertama,
person. Bicara tentang orang. Bagaimana memasarkan seseorang.
Nah, kalau di BABEL, siapa kira-kira dari para kandidat gubernur sekarang yang
memiliki modal itu? Punya kharisma untuk diomongin sampai di pelosok dan sudut
Kampong. Tentu, yang dibicarakan adalah hal-hal positif. Figur yang layak
digantungkan harapan perubahan.
Kedua, party, kita boleh punya partai yang luar biasa, atau menang besar dalam
pemilu legislatif. Tapi di hadapan pemilih yang menginginkan ada figur yang
membuat mereka tertarik untuk memilih, maka partai tidak ada arti apa-apa.
Apalagi potret figur yang selama ini muncul, sangat mengecewakan, dan tidak
mampu mengemban amanah rakyat. Jadi, wajar bila ada yang “membelot”,
memunculkan kandidat lain. Di sinilah ketakutan partai politik dominan untuk
menjegal calon independen. Sebab bila muncul lebih dari satu calon dari basis
yang sama, akan sulit menggapai kemenangan.
Ada juga partai, memang tidak mengandalkan figur. Namun, mereka harus siap
dengan konsekuensi bahwa mereka harus membina basis dukungan partai dengan cara
yang lebih keras. Dengan ihktiar yang lebih kuat. Depersonalisasi lebih tegas.
Memutuskan kecendrungan personalisasi. Jadi, network lebih penting. Menjual
person tidak perlu pakai network. Seperti multi level marketing, kita terjerat
dalam suatu sistem, sehingga kita terus mengomongkan seseorang.
Ya, dari mulut ke mulut. Jadi, konsekuensinya memperkuat partai adalah
memperkuat jaringan. Bertumpu pada figur orang, itu akan berbeda. Partai harus
punya network yang kuat. Basisnya tidak boleh keropos. Ketiga, policy, yaitu
platform, orientasi dan lain-lain.
Tiga produk tersebut harus dibungkus. Itulah yang keempat disebut presentasion.
Dalam konteks political marketing, maka presentasi adalah branding, atau citra.
Produknya terbatas, tapi dibungkus dengan kualitas branding yang hebat. Seperti
air minum, yang kita masukkan dalam botol yang berbeda. Produknya sama, tapi
karena kemasan yang berbeda, kita ciptakan branding dengan class yang berbeda.
Artinya, kita mementingkan branding. Identitas dan integritas menjadi tidak
penting. Menurut Eep Saifollah Fatah, pendekatan political marketing yang
berlandaskan citra saja, hanya 1/3 dalam political marketing.
Presentasi harus membungkus kualitas produk tertentu. Kadang-kadang produk yang
mau dijual adalah bagus, tapi presentasi yang buruk. Presentasi produk jadi
tidak berguna. Sebaliknya, produk jelek, bungkusnya bagus, orang akan
terpengaruh.
Jadi 4 bagian produk ini sangat penting untuk dikemas. Mengemas presentasi bisa
pakai cara instan dan mudah. Tapi, mengemas keseluruhan produk ini tidak bisa
instan. Butuh proses dan kerja keras. Itu bedanya. Mengemas presentasi cukup
dengan melakukan pencitraan, lewat serangan udara. Iklan yang banyak,
membagikan kalender di warung-warung kopi, TV, atau media cetak. Tapi pada saat
yang sama presentasi itu tanpa dikaitkan dengan produk yang lain, tidak akan
banyak gunanya.
Sisi lain, adalah faktor etika. Budaya masyarakat yang masih terpengaruh dengan
money politic, intimidasi dan kekerasan. Sepatutnya, kandidat gubernur atau
partai yang memilih jalan ini harus dilawan. Menghalalkan segala cara untuk
menang adalah sangat keji dan pembodohan sistemik. Politisi busuk tidak layak
memimpin kita. Rakyat BABEL harus melihat perubahan diri sendiri sebagai tumpuan
perubahan, bukan mengharapkan perubahan itu datang dari atas. Salah satunya
adalah dengan cara memilih pemimpin yang benar, dengan cara-cara yang benar.
Mengetahui benar kandidat atau partai berikut programnya. Track record perlu
dilihat dan dipertimbangkan. Jangan asal pilih. Lalu rugi 5 tahun mendatang.
Menjadi saleable yang tak kalah penting juga untuk calon gubernur BABEL adalah
ia harus diyakini oleh banyak orang mampu mempertaruhkan nilai-nilai kebenaran,
keterpercayaan, dan kejujuran. Selain memiliki modal intelektual, modal
kultural dan modal simbolik, berupa status dan prestise yang baik di tengah
masyarakat. Melihat realitas calon yang muncul, saya pikir semua masih memiliki
peluang. Tidak ada yang terlalu dominan satu dengan yang lain.
Kalau merujuk hasil survei beberapa lembaga, seperti Lingkaran Survei
Indonesia (LSI), beberapa nama muncul dengan rating tinggi. Tapi survei itu
juga memiliki kekurangan, Misalnya pada sampling error-yang diambil. Jangan
heran bila hasil satu lembaga dengan lain jadinya berbeda. Hasil survei memang
sedikit banyak memengaruhi psikologi pemilih atau menggiring pemilih pada
kandidat tertentu. Tapi belum tentu orang yang memilih dalam survei itu akan
memilih dalam pilkada. Sebab riset politik lebih complicated dibanding riset
pasar.
Jumat, 08 April 2011
Aliansi B-TON Minta Pejabat Berpikir Jernih
Sosialisasi PLTN Ditunda
* Tunggu Hasil Kajian Batan
* Gerakan Penolakan Jalan Terus PLTN dari Film hingga Posko Tolak PLTN
edisi: 08/Apr/2011 wib
PANGKALPINANG, BANGKA POS--
Aliansi Laskar B-TON merencanakan penggagalan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Bangka Belitung. Sejumlah kegiatan akan dilakukan dari mulai sosialiasi hingga pemutaran film tentang bahaya nuklir.
Salah satu aktivis Aliansi Laskar B-TON, Fahrizan kepada bangkapos.com, Kamis (7/4/2011) mengatakan pihaknya melakukan sejumlah persiapan pergerakan untuk menggagalkan rencana pembangunan PLTN di Bangka Belitung ini.
"Kita sudah melakukan sosialisasi gerakan kita, rencananya bahkan kita akan memutar film tentang bahaya nuklir dari PLTN. Kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat," kata Fahrizan.
Selain itu, ujar Fahrizan pihaknya mempersiapkan pembangunan posko. Posko ini bertujuan sebagai bentuk perlawanan terhadap PLTN ini.
"Kita akan bangun posko di sejumlah lokasi di tapak PLTN yang direncanakan. Kita akan lakukan itu sebagai bentuk perlawanan," jelasnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel meminta Pemkab Bangka Selatan dan Bangka Barat menunda sosialisasi kajian tapak kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di dua daerah tersebut.
Sebaiknya keda daerah yang wilayahnya bakal dijadikan calon kawasan PLTN menunggu hasil studi kelayakan (feasibility study/FS) yang dilakukan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) selama tiga tahun ke depan.
Permintaan penundaan disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Babel, Nazalyus saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Babel, Kamis (7/4) di Novotel Bangka.
“Bila hasil FS oleh Batan menyatakan layak, baru kita melakukan sosialisasi. Kalau sekarang kita sosialisasi tapi hasilnya tidak layak, percuma saja. Sebenarnya sudah disepakati oleh dua bupati sosialisasi tersebut, namun kita minta ditunda dulu,” kata Nazalyus disela-sela acara Musrenbang Babel.
Pihak Batan bisa saja menggunakan tim ahli lain untuk melakukan FS. Sementara, lanjutnya, bila menggandeng SDM dari Babel, belum ada yang memenuhi syarat.
Dia menyebutkan, Pemprov Babel tidak pernah terlibat dalam kajian PLTN di Babel. Yang berkepentingan atas kajian adalah pemerintah pusat melalui Batan.
Kegiatan sosialisasi juga tidak menguras APBD Babel karena langsung didanai pemerintah pusat. Bila perlu, ungkapnya, Babel mendapat kucuran dana karena dijadikan lokasi kajian PLTN.
Nazalyus meminta masyarakat Babel dapat memahaminya dan memberikan kesempatan kepada Batan bersama tim ahlinya melakukan studi kelayakan. Data dari hasil studi kelayakan sangat berguna bagi Babel.
Tidak ada salahnya juga, kata Nazalyus, Batan melakukan sosialisasi pengenalan iptek nuklir di Babel sehingga masyarakat tidak merasa asing lagi mendengar informasi tentang nuklir.
Batan ngotot
Pada kesempatan terpisah Tim Sosialisasi PLTN dari Batan, Wawan Purwanto menilai pembangunan PLTN sangat berprospek. Menurutnya PLTN sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia di masa mendatang.
Demikian disampaikan Wawan saat dialog Public Corner di Metro TV, Kamis (7/4) sore.
“Yang akan dibangun di Indonesia berbeda dengan kejadian di Fukushima. Ini yang menjadi perbedaan, mengapa ini dilakukan karena ini kebutuhan untuk energi masa depan, dimana kita tahu sumber daya alam kita tidak bertahan lama lagi,” kata Wawan.
Wawan menegaskan apakah Babel layak atau tidak dibangun PLTN, masih menunggu kajian yang akan dilakukan. “Feasibility study akan dilakukan ini yang dilakukan. Kajian ini melihat apakah Babel layak atau tidak,” kata Wawan.
Selain Wawan, ada pelaku bisnis pertimahan Johan Murod dan salah seorang warga bernama Nursidi ikut dalam dialog.
Nursidi dalam kesempatan itu tidak berbicara banyak. Dia menjelaskan mengapa sebagian masyarakat menolak pembangunan PLTN di Bangka Belitung.
“Ada kekhawatiran terkait keberadaan PLTN adalah dampaknya. Selain itu, seharusnya ada sumber energi lain selain PLTN ini yang bisa dikembangkan,” kata Nursidi.
Johan Murod menambahkan, alasan pihaknya mendukung terealisasinya PLTN karena Babel membutuhkan listrik cukup besar. PT PLN, kata Johan tidak berhasil memenuhi kebutuhan itu.
“Untuk investasi dibutuhkan listrik dan PLTN ini dibutuhkan. Selama ini PLN belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Terkait pernyataan Johan Murod, Manajer Pemasaran PT PLN Wilayah Bangka Belitung Ari Wardhana mengatakan ada tidaknya PLTN ke depan, PLN sudah berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat Bangka Belitung. “Saya tidak sepakat dikatakan PLN gagal, kita berusaha secara bertahap dan sudah kita mulai dengan investasi yang kita lakukan,” katanya saat dikonfirmasi Bangka Pos Group.
Ari mengungkapkan, PLN terus memperbaiki pelayanannya kepada masyarakat. Masyarakat yang belum mendapatkan aliran listrik secara bertahap dipenuhi. “Kita lakukan pemasangan baru dan berusaha menghabiskan daftar tunggu,” tuturnya.
PT PLN di Babel berusaha membangun infrastruktur berupa investasi pembangkit. Dalam pemetaan energi, di Bangka Belitung tahun 2010 sampai 2019 akan dibangun sedikitnya tujuh Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTU). Pertengahan tahun 2011 PLTU Air Anyir siap mengaliri listrik kepada rumah warga.
Sementara aktivis pemuda dari Aliansi B-TON, Fahrizan mempertanyakan sikap kepala daerah di Babel yang begitu terbuka menerima ajakan Batan untuk memuluskan rencana pembangunan PLTN di Bangka Belitung.
Mestinya, kata Fahrizan , para kepala daerah berpikir dengan jernih terkait bahaya PLTN untuk saat ini. “Para pakar mengatakan bukan menolak PLTN, namun tekhnologinya yang masih belum mampu mengatasi radiasi yang ditakutkan itu,” katanya.
Apalagi, ujar Fahrizan para kepala daerah sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait penentuan tapak kawasan PLTN di Bangka Belitung.
Sekretaris KNPI Bangka Belitung itu menilai landasan berpikir para petinggi di Bangka Belitung itu lebih kepada kepentingan kelompok.
“Cobalah berpikir jernih. Saya melihat lebih kepada adanya kepentingan kelompok saja,” katanya.
Fahrizan menuturkan Aliansi Laskar B -TON merencanakan penggagalan pembangunan PLTN di Bangka Belitung. Sejumlah kegiatan akan dilakukan untuk menggagalkan rencana pembangunan PLTN ini.(day/k2)
Menhut Belum Terima Usulan
MENTERI Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan belum menerima usulan pinjam pakai hutan yang direncanakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PTN) di Kabupaten Bangka Barat.
“Belum ada di saya. Mungkin sudah ada rencana tapi belum ada di saya,” ungkap Zulkifli saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/4).
Sebelumnya pada 5 April 2011, Kepala Dinas Kehutanan Babel Andri Wahyono mengaku Pemprov Babel sudah meneri-
ma rekomendasi pinjam pakai hutan lindung untuk uji tapak PLTN. Rekomendasi itu datang dari Pemkab Babar dan akan diteruskan ke Gubernur Babel dan Kementerian Kehutanan.
“Jika Kementerian Kehutanan setuju, izin uji tapak akan diberikan ke Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan),” ujarnya.
Luas lahan yang dipinjamkan Pemkab Bangka Barat untuk proyek tersebut mencapai 850 hektar, berlokasi di Teluk Manggris Kecamatan Muntok. Status pinjam pakai berlaku dua tahun dan dapat diperpanjang lagi untuk dua tahun berikutnya.
Rencana proyek PLTN tersebut juga akan memakn 650 hektar lahan hutan lindung pantai di Tanjung Kerasak, Sebagin, dan Permis, Kabupaten Bangka Selatan.
Penentuan dipakai-tidaknya rekomendasi njam pakai nanti merupakan kewenangan Batan.
Abaikan ekologi
Menhut juga mengatakan masalah utama kerusakan lingkungan di Babel karena pelaksanaan tambang, baik di darat maupun di laut, tidak memenuhi norma-norma ekologi, kelstarian lingkungan dan tidak memenuhi ketentuan analisi dampak lingkungan (Amdal) yang seharusnya menjadi pegangan.
Hal ini diketahui setelah pihaknya melakukan penelitian dan pendalaman. Zulkifli menyebutkan kerusakan lingkungan Babel secara keseluruhan diakibatkan eksploitasi yang berlebihan.
“Masalah utama di Babel itu, setelah kita teliti, kita dalami, banyak sekali pelaksanaan tambang tidak memenuhi norma-norma ekologi, kelestarian lingkungan, amdal yang seharusnya dilaksanakan. Kenapa? Karena di sana banyak sekali tambang-tambang yang ilegal,” ungkap Zulkifli saat ditemui Bangka Pos Group di Komplek Istana Kepresidenan.
Dari identifikasi masalah tersebut, Zulkifli menekankan pentingnya penegakan hukum seperti penertiban terhadap tambang yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan.
Selain itu Zulkifli yang ditunjuk sebagai ketua tim khusus guna menangani pencemaran, kerusakan aliran sungai dan hilangnya sumber air oleh Wakil Presiden Boediono telah memberikan instruksi khusus kepada jajarannya di Babel untuk mengawasi secara ketat kawasan hutan di Babel yang tersisa sekitar 30 persen lebih.
“Hutan di sana bukan seluruh wilayah. Banyak juga kawasannya yang bukan hutan. Oleh karena itu kerjasama pemerintah kabupaten/provinsi dan tentu yang paling penting adalah teman-teman dari keamanan, kepolisian, kehutanan, pemerintah daerah harus bersama-sama menata kawasan di Babel, baik kawasan hutan maupun bukan,” katanya.
Untuk Kehutanan sendiri? “Tentu (ada instruksi khusus). Menertibkan kawasan-kawasan hutan yang dilakukan, ditambang secara ilegal. Bersama-sama pemerintah daerah dan aparat keamanan,” tegas Zulkifli. (mun)
Kamis, 07 April 2011
Tapak PLTN, Kenapa Babel?
Tapak PLTN, Kenapa Babel?
Penulis: Oleh: Fahrizan ALAMMAK Babel
edisi: 07/Apr/2011 wib
Anggaran APBN yang diusulkan untuk melakukan sosialisasi PLTN senilai Rp 1,59 miliar itu dapat dialihkan untuk penelitian energi alternatif. Karena energi alternatif di Bangka Belitung dapat saja dikembangkan apabila ditunjang dengan sarana dan prasarana yang baik.
PADA tahun 1989, Pemerintah Indonesia melalui Badan Koordinasi Energi Nasional (BAKOREN) memutuskan untuk melakukan studi kelayakan yang komprehensif termasuk investigasi secara mendalam tentang calon tapak PLTN di Semenanjung Muria Jawa Tengah. Studi itu sendiri dilaksanakan di bawah koordinasi BATAN, dengan arahan dari Panitia Teknis Energi (PTE), Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, dan dilakukan bersama-sama oleh beberapa instansi lain di Indonesia.
Dalam hal ini, sudah jelas sekali program dari BATAN pengembangan energi nuklir di Indonesia khususnya di Semenanjung Muria. Kenapa tiba-tiba beralih ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung?, kepentingan siapakah ini?.
Sejarah Pemilihan Tapak PLTN
Pemilihan tapak PLTN di Indonesia telah melalui beberapa tahapan, diantaranya:
* Seleksi pertama (1975), Workshop Karangkates (termasuk site reconnaisance) berhasil mendapatkan usulan di 14 daerah tidak termasuk Bangka Belitung.
* Seleksi 2 (1979), Workshop Karangkates (termasuk site survey), menghasilkan lima daerah pilihan.
* Seleksi 3 (1980-1983), Survey BATAN-NIRA Site, menghasilkan dua daerah terpilih dengan tapaknya masing-masing. Ranking pertama adalah daerah Semenanjung Muria dengan tapak terpilih Ujungwatu. Ranking kedua daerah Lasem dengan tapak Sluke.
* Seleksi 4 (1991-1996), Studi Tapak dan Lingkungan BATAN-NEWJEC di Muria, mengidentifikasi enam tapak potensial di semenanjung Muria dan menghasilkan tiga tapak terpilih dengan tapak Ujung Lemahabang sebagai ranking pertama. Ujung Grenggengan ranking kedua dan Ujung Watu ranking ketiga.
Dari beberapa seleksi yang telah dilakukan seperti diatas, Kepulauan Bangka Belitung sama sekali tidak menjadi daerah pilihan. Kini kenapa tiba-tiba provinsi ini menjadi salah satu tapak?
Hal ini karena MOU tapak PLTN sudah di tanda tangani oleh Bupati Bangka Selatan dan Bupati Bangka Barat pada tanggal 25 oktober 2010 lalu, setelah penanda tanganan MOU tersebut mereka di ajak ke Jepang.
Masih Banyak Pilihan
Yang kami butuhkan sekarang energi listrik bukannya radiasi dari PLTN, kalau memang para pemimpin di Babel ini lebih mementingkan masyarakatnya kenapa tidak menganggarkan temuan para mahasiswa Polman yang sudah mendapat hak paten dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Mereka telah meneliti energi gelombang air laut untuk dijadikan tenaga listrik, metode ini tidak akan terpengaruh dengan kondisi besar dan kecilnya gelombang karena bagaimana pun perangkat mesin tetap masih bisa beroperasi. Kondisi geografis daerah ini sangat memungkinkan untuk menerapkan teknologi tersebut.
Anggaran APBN yang diusulkan untuk melakukan sosialisasi PLTN senilai Rp 1,59 miliar itu dapat dialihkan untuk penelitian energi alternatif. Karena energi alternatif di Bangka Belitung dapat saja dikembangkan apabila ditunjang dengan sarana dan prasarana yang baik.
Pemerintah daerah tentunya harus menyambut baik hal tersebut karena jelas rencana pembangunan PLTN dapat terjawab dengan penelitian ini. Energi listrik yang diperlukan Bangka Belitung saat ini berkisar 60 Mega Watt lebih, sehingga dengan adanya pembangunan PLTU yang direncanakan rampung pada 2011 ini dan dibantu dengan energi alternatif dapat mengeluarkan Bangka Belitung dari kiris listrik.
Apabila pemerintah daerah berasumsi hendak mencukupi krisis energi di wilayah Jawa, Bali dan Sumatera itu merupakan kesalahan besar. Karena Bangka Belitung saat ini masih memiliki PR-PR lama yang belum dituntaskan seperti permasalahan tambang skala besar dan rusaknya lingkungan atas aksi-aksi penambangan.
Jika pembangunan PLTN jadi dilakukan itu, itu merupakan permasalahan baru untuk pemerintah yang dikhawatirkan tidak dapat diselesaikan. ***
Rabu, 06 April 2011
Minggu, 27 Maret 2011
Efek Radiasi Nuklir
Efek Radiasi Nuklir
Terpikirkan tentang nuklir jadi kepingin tahu, lantaran jaman sekolah dulu ga terlalu dalam menyelaminya cuma sekedar tahu, coba-coba mencari di dunia maya efek dari radiasi nuklir, berikut saya sedikit berbagi beberapa hasil yang kudapat, terserah mau di baca atau sekedar di
lihat gambarnya (tapi jangan terlalu diresapi).
Distrubing Picture warning : Sebelumnya mohon maaf jika gambar gambar yang saya tampilkan menggangu anda.
Bencana di Jepang memicu adanya kebocoran reaktor nuklir seperti yang terjadi di Chernobyl tahun 1986. Dampak radiasinya bermacam-macam, ada yang bisa dirasakan seketika dan ada yang baru muncul dalam jangka panjang.
Kebocoran reaktor nuklir Chernobyl, adalah yang terburuk di dunia. Selain menyebabkan vakuasi ribuan warga di sekitar lokasi kejadian, dampak kesehatan masih dirasakan para korban hingga bertahun-tahun kemudian seperti kanker, gangguan kardiovaskular(jaringan pembuluh darah)dan bahkan kematian.
Secara alami, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melindungi diri dari kerusakan sel akibat radiasi maupun paparan zat kimia berbahaya lainnya. Namun seperti dikutip dari Foxnews, Minggu (13/3/2011), radiasi pada tingkatan tertentu tidak bisa
ditoleransi oleh tubuh dengan mekanisme tersebut.
Menurut Editor kesehatan dari Foxnews Health, Dr Manny Alvarez ada 3 faktor yang mempengaruhi dampak radiasi nuklir.
1. Meliputi total radiasi yang dikibatkan,
2. seberapa dekat dengan sumber radiasi dan
3. seberapa lama korban terpejan oleh radiasi.
Ketiga faktor tersebut akan menentukan dampak apa yang akan dirasakan para korban. Radiasi yang tinggi bisa langsung memicu dampak sesaat yang langsung bisa diketahui, sementara radiasi yang tidak disadari bisa memicu dampak jangka panjang yang biasanya malah lebih berbahaya.
Dampak sesaat atau jangka pendek akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir antara lain sebagai berikut:
1. Mual muntah
2. Diare
3. Sakit kepala
4. Demam.
Sementara itu, dampak yang baru muncul setelah terpapar radiasi nuklir selama
beberapa hari di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Pusing, mata berkunang-kunang
2. Disorientasi atau bingung menentukan arah
3. Lemah, letih dan tampak lesu
4. Kerontokan rambut dan kebotakan
5. Muntah darah atau berak darah
6. Tekanan darah rendah
7. Luka susah sembuh.
Dampak kronis alias jangka panjang dari radiasi nuklir umumnya justru dipicu oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari dan tidak diantisipasi hingga bertahun-tahun.
Beberapa dampak mematikan akibat paparan radiasi nuklir jangka panjang antara lain sebagai berikut.
1. Kanker
2. Penuaan dini
3. Gangguan sistem saraf dan reproduksi
4. Mutasi genetik.
Terpikirkan tentang nuklir jadi kepingin tahu, lantaran jaman sekolah dulu ga terlalu dalam menyelaminya cuma sekedar tahu, coba-coba mencari di dunia maya efek dari radiasi nuklir, berikut saya sedikit berbagi beberapa hasil yang kudapat, terserah mau di baca atau sekedar dilihat gambarnya (tapi jangan terlalu diresapi).
Distrubing Picture warning : Sebelumnya mohon maaf jika gambar gambar yang saya tampilkan menggangu anda.
Bencana di Jepang memicu adanya kebocoran reaktor nuklir seperti yang terjadi di Chernobyl tahun 1986. Dampak radiasinya bermacam-macam, ada yang bisa dirasakan seketika dan ada yang baru muncul dalam jangka panjang.
Kebocoran reaktor nuklir Chernobyl, adalah yang terburuk di dunia. Selain menyebabkan vakuasi ribuan warga di sekitar lokasi kejadian, dampak kesehatan masih dirasakan para korban hingga bertahun-tahun kemudian seperti kanker, gangguan kardiovaskular(jaringan pembuluh darah)dan bahkan kematian.
Secara alami, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melindungi diri dari kerusakan sel akibat radiasi maupun paparan zat kimia berbahaya lainnya. Namun seperti dikutip dari Foxnews, Minggu (13/3/2011), radiasi pada tingkatan tertentu tidak bisa
ditoleransi oleh tubuh dengan mekanisme tersebut.
Menurut Editor kesehatan dari Foxnews Health, Dr Manny Alvarez ada 3 faktor yang mempengaruhi dampak radiasi nuklir.
1. Meliputi total radiasi yang dikibatkan,
2. seberapa dekat dengan sumber radiasi dan
3. seberapa lama korban terpejan oleh radiasi.
Ketiga faktor tersebut akan menentukan dampak apa yang akan dirasakan para korban. Radiasi yang tinggi bisa langsung memicu dampak sesaat yang langsung bisa diketahui, sementara radiasi yang tidak disadari bisa memicu dampak jangka panjang yang biasanya malah lebih berbahaya.
Dampak sesaat atau jangka pendek akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir antara lain sebagai berikut:
1. Mual muntah
2. Diare
3. Sakit kepala
4. Demam.
Sementara itu, dampak yang baru muncul setelah terpapar radiasi nuklir selama
beberapa hari di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Pusing, mata berkunang-kunang
2. Disorientasi atau bingung menentukan arah
3. Lemah, letih dan tampak lesu
4. Kerontokan rambut dan kebotakan
5. Muntah darah atau berak darah
6. Tekanan darah rendah
7. Luka susah sembuh.
Dampak kronis alias jangka panjang dari radiasi nuklir umumnya justru dipicu oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari dan tidak diantisipasi hingga bertahun-tahun.
Beberapa dampak mematikan akibat paparan radiasi nuklir jangka panjang antara lain sebagai berikut.
1. Kanker
2. Penuaan dini
3. Gangguan sistem saraf dan reproduksi
4. Mutasi genetik.
MAU KAH ANAK CUCU KITA NANTI SEPERTI INI APA jawaban ada di hati rekan rekan facebookers semua,
MAU KAH ANAK CUCU KITA NANTI SEPERTI INI APA jawaban ada di hati rekan rekan facebookers semua,
Kamis, 24 Februari 2011
Yusril Ihza Mahendra, Mantan Kuncen Istana yang Mau Dikirim ke Penjara
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra (lahir di Belitung pada 5 Februari 1956) adalah seorang politikus Indonesia. Ia adalah Menteri Sekretaris Negara Indonesia pada periode 20 Oktober 2004-8 Mei 2007.
Yusril Ihza Mahendra
Di bidang politik, dari tahun 1998 hingga 2005 ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Mahendra telah tiga kali menempati jabatan sebagai seorang menteri dalam kabinet pemerintahan Indonesia, yaitu Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (26 Agustus 2000-7 Februari 2001), Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong (Agustus 2001-2004) dan terakhir Menteri Sekretaris Negara Kabinet Indonesia Bersatu (20 Oktober 2004-2007).
Pendidikan
Pendirikan S-1 jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UI diselesaikan pada 1983 dan jurusan Filsafat Fakultas Sastra UI (1982). Sedang, pendidikan S2-nya dari Graduate School of Humanities and Social Science, Universitas Punjab (India) pada 1984. Sementara, S-3 diperoleh dari Institute of Post Graduate Studies, Universitas Sains Malaysia (1993)
Pengalaman akademis
* Staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)
* Staf pengajar di Akademi Ilmu Pemasyarakatan, Depkeh (1983)
* Staf pengajar di Program Pascasarjana UI dan UMJ serta pengajar Fakultas Hukum UI
Pengalaman organisasi
* Wakil Ketua Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (1981-1982)
* Anggota DPP Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (1996-2000)
* Ketua pengkajian hukum merangkap wakil ketua Dewan Pakar ICMI wilayah DKI Jakarta (1996-2000)
Sebagai Menteri Sekretaris Negara
Pada 15 Februari 2007, ia diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sebagai saksi. Selain dirinya, turut diperiksa juga Sekretaris Jenderal Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Zulkarnain Yunus. Keduanya diperiksa berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan sistem identifikasi sidik jari otomatis. Dalam kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp 6 miliar itu, KPK sudah menahan pemimpin proyek Aji Afendi dan Direktur Utama PT Sentra Filindo Eman Rachman. KPK sendiri minta agar Zulkarnain dilarang ke luar negeri.
Sehari kemudian, pada 16 Februari 2007, ia balik melaporkan Komisi Pemberantasan Korupsi|Ketua KPK Taufiequrachman Ruki ke KPK dengan membawa sejumlah dokumen bukti. Dalam laporan itu, ia melampirkan surat KPK tertanggal 27 September 2005 mengenai penunjukkan langsung dalam pengadaan alat penyadap senilai Rp 34 miliar.
Ia minta KPK memeriksa pemimpinnya terkait dengan penunjukkan langsung dalam pengadaan penyadap di KPK. Selain, KPK juga perlu menelaah Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, yang menjadi dasar hukum penunjukan langsung, agar ada standar dan pemahaman yang sama dalam praktik.
Tindakan melaporkan balik ketua KPK disesalkan banyak pihak dan salah alamat. Asosiasi Advokat Indonesia Wawan Iriawan dan dinilai tidak mendukung penegakan hukum. Ketua Fraksi PDI-P Tjahjo Kumolo menyayangkannya. Sekjen PDI-P Pramono Anung menilai sikapnya kekanak-kanakan. Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar menilai sikapnya bisa berbahaya. Penasehat Fraksi Partai Amanat Nasional di DPR-RI Patrialis Akbar menyayangkan, karena dalam surat Nomor B.727/M.Sesneg/11/2005 dinyatakan bahwa presiden menyetujui penunjukkan langsung atas saran dan masukan dari Mensesneg.
Anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Mahfud MD berpendapat bahwa laporan Yusril didomplengi banyak koruptor. Wakil Ketua Komisi III DPR Azis Syamsuddin menyarakan Presiden membentuk tim independen untuk menuntaskan laporan Yusril. Tim independen yang bersifat ad hoc diisi polisi dan jaksa. Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuan menunjuk Jaksa Agung menyelidiki kasus itu. Advokat Todung Mulya Lubis menilai bahwa Presiden harus menindaklanjutinya. Presiden bisa menunjuk penyedik swasta untuk memeriksa Ketua KPK.
Anggota Komisi III DPR Benny K Marman, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Patra Zen, dan Direktur Indonesian Court Monitoring Denny Indrayana menilai langkah Yusril sebagai tindakan salah alamat. Denny Indrayana bahkan menilai langkah tersebut sama artinya dengan menyalahkan Presiden yang memberikan izin penunjukkan langsung kepada KPK. Bagi Benny K Harman, sikap Yusril yang sangat reaktif mengesankan bahwa Yusril terpojok dan manuvernya bisa dikatakan sebagai kebal hukum karena jabatannya yang Mensesneg.
Wakil Ketua DPR A Muhaimin Iskandar menilai pelaporan dugaan korupsi Ketua KPK oleh Yusril menimbulkan kebingungan publik atas penegakan hukum di Indonesia. Advokat senior Adnan Buyung Nasution menyesalkan perseteruan yang terjadi antara KPK dan Mensesneg dan dinilai ada tata krama politik yang diabaikan. Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Suwitno yang menggelar aksi di depan kantor KPK meminta menyelidiki aliran dana hasil penggelembungan proyek pengadaan sistem identifikasi otomatis sidik jari di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Anggota Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo meminta KPK tidak mengistimewakan Yusril dalam dugaan korupsi di Dephuk-HAM.
Pada 19 Februari 2007, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi menggelar jumpa pers dengan didampingi Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng. Sudi menjelaskan disposisi persetujuan yang diberikan Presiden kepada KPK terhadap penunjukkan langsung pengadaan alat penyadap didasarkan pada saran Mensesneg Yusril Ihza Mahendra. Saran tersebut diberikan kepada Presiden setelah Mensesneg mempelajari secara mendalam permintaan Ketua KPK. Saran kepada Presiden disampaikan melalui Memorandum No.M.907/M.Sesneg/10/2005 perihal Permohonan Penetapan Metode Pemilihan Penyedia Barang atau Jasa.
Pada 7 Mei 2007, dalam perombakan pada Kabinet Indonesia Bersatu yang dilaksanakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Mahendra digantikan Hatta Rajasa pada jabatannya.
Kehidupan pribadi
Ia beragama Islam dan pernah menikah dengan Kessy Sukaesih. Pernikahan ini melahirkan empat anak, yaitu Yuri, Kenia, Meilan, dan Ali Reza. Setelah bercerai, ia menikahi wanita keturunan Filipina-Jepang, Rika Tolentino Kato. Akad nikah berlangsung pada Sabtu, 16 September 2006 di Masjid Ar-Rahman, Komplek Departemen Koperasi, Kuningan (Jakarta Selatan). Akad nikah disaksikan Menteri Agama Maftuh Basyuni dan Menteri Dalam Negeri M. Ma’ruf.
Sedang, resepsi berlangsung di ruang Garden Terrace, Hotel Four Seasons, Jakarta pada Minggu, 17 September 2006. Selain dihadiri 250 tamu undangan, Menteri Kehutanan MS Kaban dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal M. Lutfi serta Direktur Utama Lion Air Rudy Kirana juga hadir. Acara dimeriahkan penyanyi Ruth Sahanaya dan pembawa acara Becky Tumewu.
Menurut kerabatnya, pernikahan itu dilakukan setelah perceraian Yusril resmi bercerai sepuluh bulan sebelumnya dengan istri pertamanya.
Yusril Ihza Mahendra, Mantan Kuncen Istana yang Mau Dikirim ke Penjara
Rasanya tak begitu banyak orang yang mengetahui bahwa Mahendra di belakang nama Yusril Ihza bukanlah nama keluarga.
Konon, entah bagaimana detil ceritanya, nama itu didapat laki-laki kelahiran Belitung, 5 Februari 1956 ini saat mengikuti pendidikan master di Graduate School of Humanities and Social Science, University of the Punjab, Pakistan, pada pertengahan 1980an.
Nama kampus Yusril yang satu ini pun sering kali salah dituliskan. Ia kerap disebut lulus dari Universitas Punjab yang ada di India. Padahal Yusril menempuh pendidikan master di bidang hukum tatanegara di, seperti yang telah disebut di atas, University of the Punjab, Pakistan (www.pu.edu.pk). Kesalahan ini mungkin terjadi karena di India juga ada kampus dengan nama yang hampir sama, yakni Punjab University di Chandigarh (www.puchd.ac.in) dan Punjabi University di Patiala (www.punjabiuniversity.ac.in).
Terlepas dari soal Pakistan dan India itu, di tanah air Yusril lebih dikenal sebagai profesor hukum tatanegara Universitas Indonesia yang meraih gelar doktor di bidang hukum tatanegara dari Institute of Post Graduate Studies, Science University of Malaysia. Gelar doktor digondolnya setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun di negeri jiran itu antara 1990 hingga 1993.
Selain soal nama Mahendra dan kampus tempat ia menuntut ilmu masih ada satu hal lagi yang kerap dilupakan orang ketika berbicara tentang Yusril.
Yusril adalah faktor penentu kemenangan Abdurrahman Wahid sekaligus kekalahan Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan presiden di arena Sidang Umum MPR Oktober 1999. Yusril lah yang telah mengubah perjalanan roda sejarah negeri ini pada saat-saat yang oleh kebanyakan politisi Islam dianggap krusial ketika itu.
Yusril yang ketika itu adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) di atas kertas akan mengantongi dukungan sebanyak 232 suara. Jumlah ini jauh berada di atas Gus Dur, ketika itu Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang diperkirakan akan mengantongi 185 suara. Adapun Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati dipastikan berada di tempat pertama dengan setidaknya305 suara.
Di tengah jalan, atas kesepakatan pentolan Poros Tengah, Amien Rais (PAN), Akbar Tandjung (Partai Golkar), Hamzah Haz (PPP), Matori Abdul Djalil (PKB), dan juga Yusril (PBB), akhirnya Yusril sepakat mengundurkan diri dari arena pemilihan presiden. Selanjutnya, Poros Tengah memberikan dukungan penuh kepada Gus Dur.
“Tolong diingat peristiwa pada pemilu tahun 1999 pada waktu Sidang Umum MPR. Saya tinggal memiliki satu langkah untuk menjadi presiden, tetapi saya mundur. Kalau saya tidak mundur belum tentu Gus Dur bisa menang. Kalau bukan Mega, pasti saya. Gus Dur pasti out atau kalah. Kita sudah hitung di atas kertas, suara saya 232, Gus Dur 185 sedangkan Mega 305 suara. Itu sudah hampir matematis,” ujar Yusril kepada media suatu kali.
Itu sebabnya dengan mudah Yusril bergabung dengan pemerintahan Gus Dur sebagai Menteri Hukum dan Perundangan. Tetapi, sekitar lima bulan sebelum Gus Dur akhirnya lengser, Yusril meninggalkan kabinet Gus Dur. Ia bergabung dengan kawan-kawannya, pentolan Poros Tengah, yang telah lebih dahulu meninggalkan Gus Dur.
Setelah Megawati menggantikan Gus Dur, Yusril kembali bergabung dengan skuad istana. Kali ini sebagai Menteri Hukum dan HAM.
Menjelang Pilpres 2004, Yusril yang menyadari partainya mulai kehilangan pengaruh, memperoleh kurang dari 2,5 persen suara seperti yang disyaratkan untuk mengikuti Pemilu 2009 (belakangan menjelang Pemilu 2009 syarat itu diabaikan), membanting stir. Bersama dua partai lain, Partai Demokrat yang baru berdiri dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), PBB mendukung duet SBY dan Jusuf Kalla. Pada akhirnya SBY dan Kalla menang, dan Yusril kembali dengan mudah masuk istana sebagai Menteri Sekretaris Negara.
Hubungan mesra antara Yusril dan SBY tidak berlangsung lama. Di tahun 2007 ia didepak, tidak hanya dari kursi Menteri Sekretaris Negara, melainkan juga dari istana. Kursi Mensesneg diberikan kepada Hatta Rajasa dari PAN yang sebelumnya menduduki kursi Menteri Perhubungan.
Informasi yang diperoleh dari lingkaran dalam SBY ketika itu mengatakan bahwa Yusril dianggap terlalu berani menantang SBY. Yusril menyimpan keinginan mencalonkan diri sebagai presiden dalam Pilpres 2009. Bila tidak segera dieliminasi, kubu SBY mengkhawatirkan keinginan itu akan menjadi kenyataan. Untuk menghentikan langkah musuh di dalam selimut ini, akhirnya ia dikeluarkan dari lingkaran elit.
Masih dari lingkaran dalam SBY, Yusril juga dicurigai mensabotase Istana. Ada anggota KIB I yang mengatakan banyak pekerjaan Yusril dibiarkan menumpuk di atas meja. Fenomena kertas menumpuk ini tentu bukan karena Yusril tidak memahami pekerjaannya. Sebagai orang yang sudah malang melintang di Istana sejak jaman Soeharto –ia bahkan pernah dipercaya Soeharto menuliskan pidato– tentulah Yusril memiliki keterampilan yang memadai untuk menangani pekerjaan.
Pekerjaan yang dibiarkan menumpuk di atas meja itu, bagi orang-orang SBY adalah adalah bukti bahwa Yusril memang ingin mensabotase pemerintahan SBY.
Tuduhan mengenai upaya mensabotase pemerintahan SBY ini pernah saya tanyakan kepada adik Yusril, mantan anggota DPR, Yusron Ihza. Itu adalah tuduhan yang tidak berdasar, sebut Yusron. Dirinya justru sering melihat Yusril seperti kekurangan waktu karena setiap hari harus bekerja sampai lewat tengah malam.
Terlepas dari saling serang dan tangkis itu, akhirnya seperti di zaman Gus Dur, Yusril kembali angkat koper meninggalkan Istana. Sejak saat itu pula namanya hampir tidak terdengar sama sekali, kecuali pada tiga kesempatan.
Pertama, saat ia berperan sebagai Cheng Ho dalam film yang juga dibintangi sesama mantan anggota KIB I Syaifullah Yusuf. Kedua, saat dia bertemu dengan Gus Dur menjelang Pilpres 2009. Dan ketiga, ya sekarang ini, setelah Jaksa Agung Hendarman Supandji menetapkannya sebagai salah seorang tersangka dalam kasus Sisminbakum yang diduga merugikan negara sebesar Rp 420 miliar.
Seperti pemegang saham PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD), Hartono Tanoesoedibjo yang sudah kabur entah kemana, Yusril dijerat pasal 2, pasal 3 dan pasal 12 huruf e UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Bila terbukti bersalah, Yusril dapat mendekam di penjara seumur hidup atau setidaknya 20 tahun.
Langganan:
Postingan (Atom)