Minggu, 27 Maret 2011
Efek Radiasi Nuklir
Efek Radiasi Nuklir
Terpikirkan tentang nuklir jadi kepingin tahu, lantaran jaman sekolah dulu ga terlalu dalam menyelaminya cuma sekedar tahu, coba-coba mencari di dunia maya efek dari radiasi nuklir, berikut saya sedikit berbagi beberapa hasil yang kudapat, terserah mau di baca atau sekedar di
lihat gambarnya (tapi jangan terlalu diresapi).
Distrubing Picture warning : Sebelumnya mohon maaf jika gambar gambar yang saya tampilkan menggangu anda.
Bencana di Jepang memicu adanya kebocoran reaktor nuklir seperti yang terjadi di Chernobyl tahun 1986. Dampak radiasinya bermacam-macam, ada yang bisa dirasakan seketika dan ada yang baru muncul dalam jangka panjang.
Kebocoran reaktor nuklir Chernobyl, adalah yang terburuk di dunia. Selain menyebabkan vakuasi ribuan warga di sekitar lokasi kejadian, dampak kesehatan masih dirasakan para korban hingga bertahun-tahun kemudian seperti kanker, gangguan kardiovaskular(jaringan pembuluh darah)dan bahkan kematian.
Secara alami, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melindungi diri dari kerusakan sel akibat radiasi maupun paparan zat kimia berbahaya lainnya. Namun seperti dikutip dari Foxnews, Minggu (13/3/2011), radiasi pada tingkatan tertentu tidak bisa
ditoleransi oleh tubuh dengan mekanisme tersebut.
Menurut Editor kesehatan dari Foxnews Health, Dr Manny Alvarez ada 3 faktor yang mempengaruhi dampak radiasi nuklir.
1. Meliputi total radiasi yang dikibatkan,
2. seberapa dekat dengan sumber radiasi dan
3. seberapa lama korban terpejan oleh radiasi.
Ketiga faktor tersebut akan menentukan dampak apa yang akan dirasakan para korban. Radiasi yang tinggi bisa langsung memicu dampak sesaat yang langsung bisa diketahui, sementara radiasi yang tidak disadari bisa memicu dampak jangka panjang yang biasanya malah lebih berbahaya.
Dampak sesaat atau jangka pendek akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir antara lain sebagai berikut:
1. Mual muntah
2. Diare
3. Sakit kepala
4. Demam.
Sementara itu, dampak yang baru muncul setelah terpapar radiasi nuklir selama
beberapa hari di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Pusing, mata berkunang-kunang
2. Disorientasi atau bingung menentukan arah
3. Lemah, letih dan tampak lesu
4. Kerontokan rambut dan kebotakan
5. Muntah darah atau berak darah
6. Tekanan darah rendah
7. Luka susah sembuh.
Dampak kronis alias jangka panjang dari radiasi nuklir umumnya justru dipicu oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari dan tidak diantisipasi hingga bertahun-tahun.
Beberapa dampak mematikan akibat paparan radiasi nuklir jangka panjang antara lain sebagai berikut.
1. Kanker
2. Penuaan dini
3. Gangguan sistem saraf dan reproduksi
4. Mutasi genetik.
Terpikirkan tentang nuklir jadi kepingin tahu, lantaran jaman sekolah dulu ga terlalu dalam menyelaminya cuma sekedar tahu, coba-coba mencari di dunia maya efek dari radiasi nuklir, berikut saya sedikit berbagi beberapa hasil yang kudapat, terserah mau di baca atau sekedar dilihat gambarnya (tapi jangan terlalu diresapi).
Distrubing Picture warning : Sebelumnya mohon maaf jika gambar gambar yang saya tampilkan menggangu anda.
Bencana di Jepang memicu adanya kebocoran reaktor nuklir seperti yang terjadi di Chernobyl tahun 1986. Dampak radiasinya bermacam-macam, ada yang bisa dirasakan seketika dan ada yang baru muncul dalam jangka panjang.
Kebocoran reaktor nuklir Chernobyl, adalah yang terburuk di dunia. Selain menyebabkan vakuasi ribuan warga di sekitar lokasi kejadian, dampak kesehatan masih dirasakan para korban hingga bertahun-tahun kemudian seperti kanker, gangguan kardiovaskular(jaringan pembuluh darah)dan bahkan kematian.
Secara alami, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melindungi diri dari kerusakan sel akibat radiasi maupun paparan zat kimia berbahaya lainnya. Namun seperti dikutip dari Foxnews, Minggu (13/3/2011), radiasi pada tingkatan tertentu tidak bisa
ditoleransi oleh tubuh dengan mekanisme tersebut.
Menurut Editor kesehatan dari Foxnews Health, Dr Manny Alvarez ada 3 faktor yang mempengaruhi dampak radiasi nuklir.
1. Meliputi total radiasi yang dikibatkan,
2. seberapa dekat dengan sumber radiasi dan
3. seberapa lama korban terpejan oleh radiasi.
Ketiga faktor tersebut akan menentukan dampak apa yang akan dirasakan para korban. Radiasi yang tinggi bisa langsung memicu dampak sesaat yang langsung bisa diketahui, sementara radiasi yang tidak disadari bisa memicu dampak jangka panjang yang biasanya malah lebih berbahaya.
Dampak sesaat atau jangka pendek akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir antara lain sebagai berikut:
1. Mual muntah
2. Diare
3. Sakit kepala
4. Demam.
Sementara itu, dampak yang baru muncul setelah terpapar radiasi nuklir selama
beberapa hari di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Pusing, mata berkunang-kunang
2. Disorientasi atau bingung menentukan arah
3. Lemah, letih dan tampak lesu
4. Kerontokan rambut dan kebotakan
5. Muntah darah atau berak darah
6. Tekanan darah rendah
7. Luka susah sembuh.
Dampak kronis alias jangka panjang dari radiasi nuklir umumnya justru dipicu oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari dan tidak diantisipasi hingga bertahun-tahun.
Beberapa dampak mematikan akibat paparan radiasi nuklir jangka panjang antara lain sebagai berikut.
1. Kanker
2. Penuaan dini
3. Gangguan sistem saraf dan reproduksi
4. Mutasi genetik.
MAU KAH ANAK CUCU KITA NANTI SEPERTI INI APA jawaban ada di hati rekan rekan facebookers semua,
MAU KAH ANAK CUCU KITA NANTI SEPERTI INI APA jawaban ada di hati rekan rekan facebookers semua,
Kamis, 24 Februari 2011
Yusril Ihza Mahendra, Mantan Kuncen Istana yang Mau Dikirim ke Penjara
Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra (lahir di Belitung pada 5 Februari 1956) adalah seorang politikus Indonesia. Ia adalah Menteri Sekretaris Negara Indonesia pada periode 20 Oktober 2004-8 Mei 2007.
Yusril Ihza Mahendra
Di bidang politik, dari tahun 1998 hingga 2005 ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang. Mahendra telah tiga kali menempati jabatan sebagai seorang menteri dalam kabinet pemerintahan Indonesia, yaitu Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (26 Agustus 2000-7 Februari 2001), Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Kabinet Gotong Royong (Agustus 2001-2004) dan terakhir Menteri Sekretaris Negara Kabinet Indonesia Bersatu (20 Oktober 2004-2007).
Pendidikan
Pendirikan S-1 jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UI diselesaikan pada 1983 dan jurusan Filsafat Fakultas Sastra UI (1982). Sedang, pendidikan S2-nya dari Graduate School of Humanities and Social Science, Universitas Punjab (India) pada 1984. Sementara, S-3 diperoleh dari Institute of Post Graduate Studies, Universitas Sains Malaysia (1993)
Pengalaman akademis
* Staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ)
* Staf pengajar di Akademi Ilmu Pemasyarakatan, Depkeh (1983)
* Staf pengajar di Program Pascasarjana UI dan UMJ serta pengajar Fakultas Hukum UI
Pengalaman organisasi
* Wakil Ketua Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (1981-1982)
* Anggota DPP Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (1996-2000)
* Ketua pengkajian hukum merangkap wakil ketua Dewan Pakar ICMI wilayah DKI Jakarta (1996-2000)
Sebagai Menteri Sekretaris Negara
Pada 15 Februari 2007, ia diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sebagai saksi. Selain dirinya, turut diperiksa juga Sekretaris Jenderal Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Zulkarnain Yunus. Keduanya diperiksa berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan sistem identifikasi sidik jari otomatis. Dalam kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp 6 miliar itu, KPK sudah menahan pemimpin proyek Aji Afendi dan Direktur Utama PT Sentra Filindo Eman Rachman. KPK sendiri minta agar Zulkarnain dilarang ke luar negeri.
Sehari kemudian, pada 16 Februari 2007, ia balik melaporkan Komisi Pemberantasan Korupsi|Ketua KPK Taufiequrachman Ruki ke KPK dengan membawa sejumlah dokumen bukti. Dalam laporan itu, ia melampirkan surat KPK tertanggal 27 September 2005 mengenai penunjukkan langsung dalam pengadaan alat penyadap senilai Rp 34 miliar.
Ia minta KPK memeriksa pemimpinnya terkait dengan penunjukkan langsung dalam pengadaan penyadap di KPK. Selain, KPK juga perlu menelaah Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, yang menjadi dasar hukum penunjukan langsung, agar ada standar dan pemahaman yang sama dalam praktik.
Tindakan melaporkan balik ketua KPK disesalkan banyak pihak dan salah alamat. Asosiasi Advokat Indonesia Wawan Iriawan dan dinilai tidak mendukung penegakan hukum. Ketua Fraksi PDI-P Tjahjo Kumolo menyayangkannya. Sekjen PDI-P Pramono Anung menilai sikapnya kekanak-kanakan. Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar menilai sikapnya bisa berbahaya. Penasehat Fraksi Partai Amanat Nasional di DPR-RI Patrialis Akbar menyayangkan, karena dalam surat Nomor B.727/M.Sesneg/11/2005 dinyatakan bahwa presiden menyetujui penunjukkan langsung atas saran dan masukan dari Mensesneg.
Anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Mahfud MD berpendapat bahwa laporan Yusril didomplengi banyak koruptor. Wakil Ketua Komisi III DPR Azis Syamsuddin menyarakan Presiden membentuk tim independen untuk menuntaskan laporan Yusril. Tim independen yang bersifat ad hoc diisi polisi dan jaksa. Anggota Komisi III DPR Gayus Lumbuan menunjuk Jaksa Agung menyelidiki kasus itu. Advokat Todung Mulya Lubis menilai bahwa Presiden harus menindaklanjutinya. Presiden bisa menunjuk penyedik swasta untuk memeriksa Ketua KPK.
Anggota Komisi III DPR Benny K Marman, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Patra Zen, dan Direktur Indonesian Court Monitoring Denny Indrayana menilai langkah Yusril sebagai tindakan salah alamat. Denny Indrayana bahkan menilai langkah tersebut sama artinya dengan menyalahkan Presiden yang memberikan izin penunjukkan langsung kepada KPK. Bagi Benny K Harman, sikap Yusril yang sangat reaktif mengesankan bahwa Yusril terpojok dan manuvernya bisa dikatakan sebagai kebal hukum karena jabatannya yang Mensesneg.
Wakil Ketua DPR A Muhaimin Iskandar menilai pelaporan dugaan korupsi Ketua KPK oleh Yusril menimbulkan kebingungan publik atas penegakan hukum di Indonesia. Advokat senior Adnan Buyung Nasution menyesalkan perseteruan yang terjadi antara KPK dan Mensesneg dan dinilai ada tata krama politik yang diabaikan. Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Suwitno yang menggelar aksi di depan kantor KPK meminta menyelidiki aliran dana hasil penggelembungan proyek pengadaan sistem identifikasi otomatis sidik jari di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Anggota Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo meminta KPK tidak mengistimewakan Yusril dalam dugaan korupsi di Dephuk-HAM.
Pada 19 Februari 2007, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi menggelar jumpa pers dengan didampingi Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng. Sudi menjelaskan disposisi persetujuan yang diberikan Presiden kepada KPK terhadap penunjukkan langsung pengadaan alat penyadap didasarkan pada saran Mensesneg Yusril Ihza Mahendra. Saran tersebut diberikan kepada Presiden setelah Mensesneg mempelajari secara mendalam permintaan Ketua KPK. Saran kepada Presiden disampaikan melalui Memorandum No.M.907/M.Sesneg/10/2005 perihal Permohonan Penetapan Metode Pemilihan Penyedia Barang atau Jasa.
Pada 7 Mei 2007, dalam perombakan pada Kabinet Indonesia Bersatu yang dilaksanakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Mahendra digantikan Hatta Rajasa pada jabatannya.
Kehidupan pribadi
Ia beragama Islam dan pernah menikah dengan Kessy Sukaesih. Pernikahan ini melahirkan empat anak, yaitu Yuri, Kenia, Meilan, dan Ali Reza. Setelah bercerai, ia menikahi wanita keturunan Filipina-Jepang, Rika Tolentino Kato. Akad nikah berlangsung pada Sabtu, 16 September 2006 di Masjid Ar-Rahman, Komplek Departemen Koperasi, Kuningan (Jakarta Selatan). Akad nikah disaksikan Menteri Agama Maftuh Basyuni dan Menteri Dalam Negeri M. Ma’ruf.
Sedang, resepsi berlangsung di ruang Garden Terrace, Hotel Four Seasons, Jakarta pada Minggu, 17 September 2006. Selain dihadiri 250 tamu undangan, Menteri Kehutanan MS Kaban dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal M. Lutfi serta Direktur Utama Lion Air Rudy Kirana juga hadir. Acara dimeriahkan penyanyi Ruth Sahanaya dan pembawa acara Becky Tumewu.
Menurut kerabatnya, pernikahan itu dilakukan setelah perceraian Yusril resmi bercerai sepuluh bulan sebelumnya dengan istri pertamanya.
Yusril Ihza Mahendra, Mantan Kuncen Istana yang Mau Dikirim ke Penjara
Rasanya tak begitu banyak orang yang mengetahui bahwa Mahendra di belakang nama Yusril Ihza bukanlah nama keluarga.
Konon, entah bagaimana detil ceritanya, nama itu didapat laki-laki kelahiran Belitung, 5 Februari 1956 ini saat mengikuti pendidikan master di Graduate School of Humanities and Social Science, University of the Punjab, Pakistan, pada pertengahan 1980an.
Nama kampus Yusril yang satu ini pun sering kali salah dituliskan. Ia kerap disebut lulus dari Universitas Punjab yang ada di India. Padahal Yusril menempuh pendidikan master di bidang hukum tatanegara di, seperti yang telah disebut di atas, University of the Punjab, Pakistan (www.pu.edu.pk). Kesalahan ini mungkin terjadi karena di India juga ada kampus dengan nama yang hampir sama, yakni Punjab University di Chandigarh (www.puchd.ac.in) dan Punjabi University di Patiala (www.punjabiuniversity.ac.in).
Terlepas dari soal Pakistan dan India itu, di tanah air Yusril lebih dikenal sebagai profesor hukum tatanegara Universitas Indonesia yang meraih gelar doktor di bidang hukum tatanegara dari Institute of Post Graduate Studies, Science University of Malaysia. Gelar doktor digondolnya setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun di negeri jiran itu antara 1990 hingga 1993.
Selain soal nama Mahendra dan kampus tempat ia menuntut ilmu masih ada satu hal lagi yang kerap dilupakan orang ketika berbicara tentang Yusril.
Yusril adalah faktor penentu kemenangan Abdurrahman Wahid sekaligus kekalahan Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan presiden di arena Sidang Umum MPR Oktober 1999. Yusril lah yang telah mengubah perjalanan roda sejarah negeri ini pada saat-saat yang oleh kebanyakan politisi Islam dianggap krusial ketika itu.
Yusril yang ketika itu adalah Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) di atas kertas akan mengantongi dukungan sebanyak 232 suara. Jumlah ini jauh berada di atas Gus Dur, ketika itu Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang diperkirakan akan mengantongi 185 suara. Adapun Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati dipastikan berada di tempat pertama dengan setidaknya305 suara.
Di tengah jalan, atas kesepakatan pentolan Poros Tengah, Amien Rais (PAN), Akbar Tandjung (Partai Golkar), Hamzah Haz (PPP), Matori Abdul Djalil (PKB), dan juga Yusril (PBB), akhirnya Yusril sepakat mengundurkan diri dari arena pemilihan presiden. Selanjutnya, Poros Tengah memberikan dukungan penuh kepada Gus Dur.
“Tolong diingat peristiwa pada pemilu tahun 1999 pada waktu Sidang Umum MPR. Saya tinggal memiliki satu langkah untuk menjadi presiden, tetapi saya mundur. Kalau saya tidak mundur belum tentu Gus Dur bisa menang. Kalau bukan Mega, pasti saya. Gus Dur pasti out atau kalah. Kita sudah hitung di atas kertas, suara saya 232, Gus Dur 185 sedangkan Mega 305 suara. Itu sudah hampir matematis,” ujar Yusril kepada media suatu kali.
Itu sebabnya dengan mudah Yusril bergabung dengan pemerintahan Gus Dur sebagai Menteri Hukum dan Perundangan. Tetapi, sekitar lima bulan sebelum Gus Dur akhirnya lengser, Yusril meninggalkan kabinet Gus Dur. Ia bergabung dengan kawan-kawannya, pentolan Poros Tengah, yang telah lebih dahulu meninggalkan Gus Dur.
Setelah Megawati menggantikan Gus Dur, Yusril kembali bergabung dengan skuad istana. Kali ini sebagai Menteri Hukum dan HAM.
Menjelang Pilpres 2004, Yusril yang menyadari partainya mulai kehilangan pengaruh, memperoleh kurang dari 2,5 persen suara seperti yang disyaratkan untuk mengikuti Pemilu 2009 (belakangan menjelang Pemilu 2009 syarat itu diabaikan), membanting stir. Bersama dua partai lain, Partai Demokrat yang baru berdiri dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), PBB mendukung duet SBY dan Jusuf Kalla. Pada akhirnya SBY dan Kalla menang, dan Yusril kembali dengan mudah masuk istana sebagai Menteri Sekretaris Negara.
Hubungan mesra antara Yusril dan SBY tidak berlangsung lama. Di tahun 2007 ia didepak, tidak hanya dari kursi Menteri Sekretaris Negara, melainkan juga dari istana. Kursi Mensesneg diberikan kepada Hatta Rajasa dari PAN yang sebelumnya menduduki kursi Menteri Perhubungan.
Informasi yang diperoleh dari lingkaran dalam SBY ketika itu mengatakan bahwa Yusril dianggap terlalu berani menantang SBY. Yusril menyimpan keinginan mencalonkan diri sebagai presiden dalam Pilpres 2009. Bila tidak segera dieliminasi, kubu SBY mengkhawatirkan keinginan itu akan menjadi kenyataan. Untuk menghentikan langkah musuh di dalam selimut ini, akhirnya ia dikeluarkan dari lingkaran elit.
Masih dari lingkaran dalam SBY, Yusril juga dicurigai mensabotase Istana. Ada anggota KIB I yang mengatakan banyak pekerjaan Yusril dibiarkan menumpuk di atas meja. Fenomena kertas menumpuk ini tentu bukan karena Yusril tidak memahami pekerjaannya. Sebagai orang yang sudah malang melintang di Istana sejak jaman Soeharto –ia bahkan pernah dipercaya Soeharto menuliskan pidato– tentulah Yusril memiliki keterampilan yang memadai untuk menangani pekerjaan.
Pekerjaan yang dibiarkan menumpuk di atas meja itu, bagi orang-orang SBY adalah adalah bukti bahwa Yusril memang ingin mensabotase pemerintahan SBY.
Tuduhan mengenai upaya mensabotase pemerintahan SBY ini pernah saya tanyakan kepada adik Yusril, mantan anggota DPR, Yusron Ihza. Itu adalah tuduhan yang tidak berdasar, sebut Yusron. Dirinya justru sering melihat Yusril seperti kekurangan waktu karena setiap hari harus bekerja sampai lewat tengah malam.
Terlepas dari saling serang dan tangkis itu, akhirnya seperti di zaman Gus Dur, Yusril kembali angkat koper meninggalkan Istana. Sejak saat itu pula namanya hampir tidak terdengar sama sekali, kecuali pada tiga kesempatan.
Pertama, saat ia berperan sebagai Cheng Ho dalam film yang juga dibintangi sesama mantan anggota KIB I Syaifullah Yusuf. Kedua, saat dia bertemu dengan Gus Dur menjelang Pilpres 2009. Dan ketiga, ya sekarang ini, setelah Jaksa Agung Hendarman Supandji menetapkannya sebagai salah seorang tersangka dalam kasus Sisminbakum yang diduga merugikan negara sebesar Rp 420 miliar.
Seperti pemegang saham PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD), Hartono Tanoesoedibjo yang sudah kabur entah kemana, Yusril dijerat pasal 2, pasal 3 dan pasal 12 huruf e UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Bila terbukti bersalah, Yusril dapat mendekam di penjara seumur hidup atau setidaknya 20 tahun.
Rabu, 09 Februari 2011
BABEL TERMASUK 10 Propinsi Paling Miskin di Indonesia
Hasil Sensus Nasional terbaru Badan Pusat Statistik telah merekam data perkembangan terbaru mengenai angka kemiskinan di Indonesia. Hasil sensus itu juga memetakan wilayah yang masih menghadapi persoalan kemiskinan yang cukup parah.
"Kemiskinan adalah salah satu masalah mendasar yang menjadi pusat perhatian pemerintah negara manapun, karena salah satu tugas pemerintah adalah menyejahterakan masyarakat," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan dalam penjelasan hasil Sensus Nasional yang dirilis baru-baru ini, berbarengan dengan ulang tahun RI ke-65.
Rusman mengakui jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2010 memang telah berkurang 1,51 juta orang menjadi 31,02 juta orang (13,33 persen) dibandingkan dengan Maret 2009 sebanyak 32,53 juta orang. Namun, angka kemiskinan itu terbilang tinggi.
Yang dimaksud dengan penduduk miskin adalah mereka yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Angka garis kemiskinan pada Maret 2010 adalah Rp211.726,- per kapita per bulan.
Ketersediaan data kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran, menurut Rusman, sangat penting digunakan untuk mengevaluasi kebijakan strategis pemerintah terhadap kemiskinan. Ini juga penting untuk membandingkan kemiskinan antarwaktu dan daerah, serta menentukan target penduduk miskin dengan tujuan untuk memperbaiki kondisi mereka.
Jika membandingkan antar daerah, BPS mencatat sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan kemiskinan yang tinggi. Bahkan, angka kemiskinan yang tertinggi itu justru terjadi di wilayah dengan kekayaan sumber alam melimpah, seperti Papua dan Papua Barat. Prosentase angka kemiskinannya mencapai 34-36 persen, jauh lebih besar dibandingkan rata-rata nasional sebesar 13,33 persen.
Selain Papua, propinsi lain yang memiliki prosentase penduduk miskin tinggi adalah Maluku, Nusa Tenggara, Aceh, Bangka Belitung dan lainnya. Jumlah penduduk di propinsi-propinsi tersebut yang memang tidak sebanyak di Jawa, tetapi secara prosentase dibandingkan total penduduk di wilayah tersebut, kelompok orang miskinnya sangat tinggi.
10 Propinsi dengan Angka Kemiskinan Tertinggi (%)
No Propinsi Angka Kemiskinan
1 Papua Barat 36,80
2 Papua 34,88
3 Maluku 27,74
4 Sulawesi Barat 23,19
5 Nusa Tenggara Timur 23,03
6 Nusa Tenggara Barat 21,55
7 Aceh 20,98
8 Bangka Belitung 18,94
9 Gorontalo 18,70
10 Sumatera Selatan 18,30
Sumber: Sensus Nasional BPS 2010
Agar pengukurannya terpercaya, menurut Rusman, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Konsep ini tidak hanya digunakan oleh BPS tetapi juga oleh negara-negara lain seperti Armenia, Senegal, Pakistan, Bangladesh, Vietnam, Sierra Leone, dan Gambia. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.
Menurut pendekatan ini, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan (GK). Secara teknis GK dibangun dari dua komponen yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM).
GKM merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2.100 kilo kalori per kapita per hari; sedangkan GKNM merupakan kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan.
"Pengukuran kemiskinan yang terpercaya dapat menjadi instrumen bagi pengambil kebijakan dalam memfokuskan perhatian pada perbaikan kondisi hidup orang miskin," kata Rusman.
Pengurangan kemiskinan sepanjang periode Maret 2009-Maret 2010 menjadi salah satu acuan bagaimana strategi yang bisa diterapkan. Pada periode itu angka kemiskinan berkurang 1,51 juta orang, menurut catatan BPS, terjadi karena sejumlah hal.
Pertama, inflasi umum relatif rendah, yaitu sebesar 3,43 persen. Kedua, rata-rata upah harian buruh tani dan buruh bangunan masing-masing naik sebesar 3,27 persen dan 3,86 persen selama periode Maret 2009-Maret 2010.
Ketiga, produksi padi tahun 2010 (hasil Angka Ramalan II) mencapai 65,15 juta ton gabah kering giling (GKG), naik sekitar 1,17 persen dari produksi padi tahun 2009 yang sebesar 64,40 juta ton GKG.
Keempat, sebagian besar penduduk miskin (64,65 persen pada 2009) bekerja di sektor pertanian. Nilai Tukar Petani naik 2,45 persen dari 98,78 pada Maret 2009 menjadi 101,20 pada Maret 2010.
Kelima, perekonomian Indonesia pada triwulan I 2010 tumbuh sebesar 5,7 persen terhadap Triwulan I 2009, sedangkan pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 3,9 persen pada periode yang sama.
Harga timah yang sangat melambung tinggi membuat para penambang berlomba lomba untuk menjadi penambang timah. Menurut Price Waterhouse Coopers (PWC), Indonesia adalah negara penghasil timah no 1 di dunia. Di Indonesia sendiri daerah yang menjadi penghasil timah penghasil timah adalah kepulauan bangka dimana belum lama ini kepualuan tersebut sudah diresmikan menjadikan provinsi baru yaitu propinsi Bangka Belitung. Di kepulauan ini timah merupakan mata pencaharian utama, karena hampir setipa orang bisa menggali timah sendiri, mereka bisa menggali timah di pekarangan rumah mereka, bayangkan sangat mudah untuk mendapatkan timah di bangka. Bertambang timah memang sangat menggiurkan, mengingat untung yang diperoleh sangat tinggi karena harga jual timah sendiri sangat tinggi.
sumber :
http://bisnis.vivanews.com/news/read/173118-10-propinsi-paling-miskin-di-indonesia
SEMUA AKAN JADI POCONG...maka jangan terlalu RAKUS HARTA
Para Pemimpin di BABEL ini semua nya sama Saja dari mulai : Eko Maulana Ali Golkar, Zulkarnain Karim Partai Demokrat, Yusroni PPP, Darmansyah PAN, Syamsudin basyari (Gerindra) termasuk ini BUNG Ahok mereka semua pada sibuk ngurusin PENCITRAAN truss ibarat e ngurus Perut sendiri mereka semua tidak sadar kalau amanat Rakyat Babel belum selesai tugasnya mereka, ini termasuk ORANG orang yg TIDAK punya Komitmen/Tanggung Jawab kepada Masyarakat BABEL, APA lah artinya sebuah jabatan kalau orang orang di sekitar kita menderita melakukan apa saja HARUS mempunyai TAJI dari lowongan kerja sampai dengan perizinan, kalo untuk urusan pribadi mereka di 2012 ini mereka tidak kompak, tetapi kalo urusan MENZHOLIMI m...asyarakat BABEL mereka KOMPAK dari mulai lingkungan sampai dengan MASALAH CPNS ini dengan KOMPAKNYA mereka MENZHOLIMI masyarakat BABEL, buat apa kita mendukung orang yg tidak mengakomodir aspirasi masy baBEL, dari awal saya bersama sama kawan kawan yang (Pemuda babel) yang Peduli akan SDM untuk kedepan sangat berharap permasalahan ini bisa dibantu oleh mereka termasuk dr Mr. Ahok untuk mempertanyakan langsung ke menpan/BKN atas pelaksanaan proses dari CPNS di babel tahun 2010 di INDIKASIKAN telah terjadi kecurang, karena yang saya tahu Mr. Ahok di komisi II bermitra dengan MEnpan, BKN bukanya berjuang bersama pemuda babel yang peduli akan SDM tetapi sibuk ngurusin PENCITRAAN truss menuju 2012, berarti ini jelas juga sudah termasuk ke dalam sistem orang yang menzholimi masyarakat BABEL bagaimana menurut pendapat rekan2??
MULAI SEKARANG INI kita harus membuka mata lebar lebar dengan apa yg terrjadi di babel ini itu KEWAJIBAN kita sebagai PEMUDA "Agent Of Change" agen dari semua perubahan.........
APALAH ARTINYA sebuah Pencitraan diIbaratkan sebuah reklame di pinggir jalan yg sering kita jumpai disetiap sudut kota / kab di babel ini, tidak tahu PANAS,tidak tahu HUJAN, tidak tahu diliat orang apa tidak tetapi dia tetap berdiri ibarat bahasa nenek moyang saya DEK NGUROOS NEK MATI MATI LAH IKAK yang penting saya tetap berdiri dengan GAGAH
aya hanya ingin memberikan Pembelajaran Politik ke masyarakat jangan pernah menjual hak kita sbg pemilih hanya gara gara duit 100.000, atau kain sarung dll tetapi tanah kelahiran nenek monyang dijual belikan, jd masyarakat sendiri lah yg m...enilai dengan perbandingannya KAMPANYE yang serba mewah dari mendatangkan artis top sampai dengan mendatangkan preman (preemakan) di setiap RT/RW dengan rumus Berapa gaji Bupati/walikota/gub + tunjangan lainnya + investasi, bisa kita kalkulasikan dalam 4 tahun brp total ??? paling banter cukup beli kapal hisap ne termasuk sekarang ini permasalahan pertambangan baru diributkan bukannya kemaren kemaren di ributkan karena skr ini prinsip mereka apapun yang terjadi semua kebijakannya harus menghasilkan UANG buat 2012
Jumat, 04 Februari 2011
sejarah pertambangan timah di bangka belitung
Propinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah sejak lama identik sebagai penghasil timah. Komoditas tambang berharga ini telah mewarnai ratusan tahun periode kehidupan sosial masyarakat di daerah ini. Menurut data dari Commodity Research Unit tahun 2005, kontribusi Bangka Belitung sekitar 90.000 ton dari sekitar 333.900 ton timah dunia.
Sebelum timah ditemukan, Bangka Belitung dipandang sebelah mata oleh para penguasa. Penambangan timah dimulai pada abad ke 18 ketika orang-orang Tionghoa mulai berdatangan. Karena kandungan bijih timah yang kaya, Bangka Belitung seolah menjadi barang dagangan yang diperebutkan oleh berbagai bangsa.
Sebut saja Inggris, Belanda dan Kesultanan Palembang. Sampai pada masa penjajahan Belanda, pertambangan timah di Pulau Bangka dikelola oleh badan usaha pemerintah kolonial “Banka Tin Winning Bedrijf” (BTW). Sedangkan di Belitung dan Singkep dikelola oleh perusahaan swasta Belanda, masing-masing Gemeeenschappelijke Mijnbouw Maatschappij Biliton (GMB) dan NV Singkep Tin Exploitatie Maatschappij (NV SITEM).
Setelah kemerdekaan RI, ketiga perusahaan Belanda tersebut dinasionalisasikan antara tahun 1953-1958. Pada tahun 1961 dibentuk Badan Pimpinan Umum Perusahaan Tambang-tambang Timah Negara (BPU PN Tambang Timah) untuk mengkoordinasikan ketiga perusahaan negara tersebut. Pada tahun 1968, ketiga perusahaan negara dan BPU tersebut digabung menjadi satu perusahaan yaitu Perusahaan Negara (PN) Tambang Timah.
Dengan diberlakukannya Undang-undang No. 9 Tahun 1969 dan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 1969, pada tahun 1976 status PN Tambang Timah dan Proyek Peleburan Timah Mentok diubah menjadi bentuk Perusahaan Perseroan (Persero) yang seluruh sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia dan namanya diubah menjadi PT Tambang Timah (Persero).
Krisis industri timah dunia akibat hancurnya The International Tin Council (ITC) sejak tahun 1985 memicu perusahaan untuk melakukan perubahan mendasar untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Restrukturisasi perusahaan yang dilakukan dalam kurun 1991-1995, yang meliputi program-program reorganisasi, relokasi Kantor Pusat ke Pangkalpinang, rekonstruksi peralatan pokok dan penunjang produksi, serta penglepasan aset dan fungsi yang tidak berkaitan dengan usaha pokok perusahaan.
Saat ini PT Timah (Persero) Tbk dikenal sebagai perusahaan penghasil logam timah terbesar di dunia, 35 persen saham perusahaan dimiliki oleh masyarakat dalam dan luar negeri, dan 65 persen sahamnya masih dimiliki oleh Negara Republik Indonesia.
Proses Penambangan Timah di Bangka Belitung
Timah merupakan sumber daya alam utama pulau Bangka Belitung sejak lama. Besarnya kandungan biji timah di daerah ini merupakan yang terbesar dari beberapa daerah lain di Indonesia. Bahkan untuk di dunia, produksi timah asal Indonesia sangat mempengaruhi harga pasar dunia.
Didalam sejarah penambangan timah, telah banyak mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Proses penambangan timah pun kian efektif dan efesien berkat kemajuan teknologi pertambangan. Sejak dulu telah tercatat berbagai teknik penambangan timah yang terjadi di Bangka Belitung.
Proses penambangan timah terdiri dari beberapa tahapan yang dilakukan secara menyeluruh, hal ini oleh PT. TIMAH di sebut dengan Penambangan Timah Terpadu.
1. EKSPLORASI (exploration)
Eksplorasi merupakan kegiatan kajian dan analisa sistematis guna mengetahui seberapa besar cadangan biji timah yang terkandung. Didalam operasional kegiatan eksplorasi melibatkan beberapa komponen seperti surveyor (pemetaan awal), sumur bor/small bore ( mengambil sample timah dengan teknik bor tanah), lab analisis, hingga pemetaan akhir geologis (geological map).
Proses eksplorasi sangat menentukan berjalannya suatu proses penambangan timah. Karena dari tahap inilah muncul DATA PETA GEOLOGIS secara lengkap sebagai panduan utama dalam kebijakan penambangan timah. Sehingga proses selanjutnya dapat ditempuh dengan berbagai analisa operasional yang baik, termasuk rencana anggaran dan sebagainya.
2. OPERASIONAL PENAMBANGAN ( mining )
Didalam proses penambangan timah dikenal 2 jenis penambangan yang dikenal di Bangka Belitung.
a. Penambangan Lepas Pantai
Pada kegiatan penambangan lepas pantai, perusahaan mengoperasikan armada kapal keruk untuk operasi produksi di daerah lepas pantai (off shore). Armada kapal keruk mempunyai kapasitas mangkok (bucket) mulai dari ukuran 7 cuft sampai dengan 24 cuft.
Kapal keruk dapat beroperasi mulai dari kedalaman 15 meter sampai 50 meter di bawah permukaan laut dan mampu menggali lebih dari 3,5 juta meter kubik material setiap bulan. Setiap kapal keruk dioperasikan oleh karyawan yang berjumlah lebih dari 100 karyawan yang waktu bekerjanya terbagi atas 3 kelompok dalam 24 jam sepanjang tahun.
Hasil produksi bijih timah dari kapal keruk diproses di instalasi pencucian untuk mendapatkan kadar minimal 30% Sn dan diangkut dengan kapal tongkang untuk dibawa ke Pusat Pengolahan Bijih Timah (PPBT) untuk dipisahkan dari mineral ikutan lainnya selain bijih timah dan ditingkatkan kadarnya hingga mencapai persyaratan peleburan yaitu minimal 70-72% Sn.
b. Penambangan Darat
Penambangan darat dilakukan di wilayah daratan pulau Bangka Belitung, tentunya system operasional yang digunakan tidaklah sama seperti pada wilayah lepas pantai.
Proses penambangan timah alluvial menggunakan pompa semprot (gravel pump).Setiap kontraktor atau mitra usaha melakukan kegiatan penambangan berdasarkan perencanaan yang diberikan oleh perusahaan dengan memberikan peta cadangan yang telah dilakukan pemboran untuk mengetahui kekayaan dari cadangan tersebut dan mengarahkan agar sesuai dengan pedoman atau prosedur pengelolaan lingkungan hidup dan keselamatan kerja di lapangan. Hasil produksi dari mitra usaha dibeli oleh perusahaan sesuai harga yang telah disepakati dalam Surat Perjanjian Kerja Sama.
Pada daerah tertentu, penambangan timah darat menghasilkan wilayah sungai besar yang disebut dengan kolong/danau. Kolong/danau itulah merupakan inti utama cara kerja penambangan darat, karena pola kerja penambangan darat sangat tergantung pada pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air dalam jumlah besar. Sehingga bila kita lihat dari udara, penambangan timah darat selalu menimbulkan genangan ari dalam jumlah besar seperti danau dan tampak berlobang-lobang besar.
Produksi penambangan darat yang berada di wilayah Kuasa Pertambangan (KP) perusahaan dilaksanakan oleh kontraktor swasta yang merupakan mitra usaha dibawah kendali perusahaan. Hampir 80% dari total produksi perusahaan berasal dari penambangan di darat mulai dari Tambang Skala Kecil berkapasitas 20 m3/jam sampai dengan Tambang Besar berkapasitas 100 m3/jam.
Produksi penambangan timah menghasilkan bijih pasir timah dengan kadar tertentu.
3. PENGOLAHAN (smelting)
Untuk meningkatkan kadar bijih timah atau konsentrat yang berkadar rendah, bijih timah tersebut diproses di Pusat Pencucian Bijih Timah (Washing Plant). Melalui proses tersebut bijih timah dapat ditingkatkan kadar (grade) Sn-nya dari 20 - 30% Sn menjadi 72 % Sn untuk memenuhi persyaratan peleburan. Proses peningkatan kadar bijih timah yang berasal dari penambangan di laut maupun di darat diperlukan untuk mendapatkan produk akhir berupa logam timah berkualitas dengan kadar Sn yang tinggi dengan kandungan pengotor (impurities) yang rendah.
4. PELEBURAN (refining)
Proses peleburan merupakan proses melebur bijih timah menjadi logam Timah. Untuk mendapatkan logam timah dengan kualitas yang lebih tinggi, maka harus dilakukan proses pemurnian terlebih dahulu dengan menggunakan suatu alat pemurnian yang disebut crystallizer.
Produk yang dihasilkan berupa logam timah dalam bentuk balok atau batangan dengan skala berat antara 16 kg sampai dengan 26 kg per batang. Produk yang dihasilkan juga dapat dibentuk sesuai permintaan pelanggan (customize) dan mempunyai merek dagang yang terdaftar di London Metal Exchange (LME).
5. DISTRIBUSI DAN PEMASARAN (marketing)
Kegiatan pemasaran mencakup kegiatan penjualan dan pendistribusian logam timah.Pendistribusian logam timah hampir 95% dilaksanakan untuk memenuhi pasar di luar negeri atau ekspor dan sebesar 5% untuk memenuhi pasar domestik. Negara tujuan ekspor logam Timah antara lain adalah wilayah Asia Pasifik yang meliputi Jepang, Korea, Taiwan, Cina dan Singapura, wilayah Eropa meliputi Inggris, Belanda, Perancis, Spanyol dan Italia serta Amerika dan Kanada.
Pendistribusian dilaksanakan melalui pelabuhan di Singapura untuk ekspor sedangkan untuk domestik dilaksanakan secara langsung dan melalui gudang di Jakarta. Tipe pembeli logam timah dapat dikelompokkan atas pengguna langsung (end user) seperti pabrik atau industri solder serta industri pelat timah serta pedagang besar (trader).
Produk yang dihasilkan mempunyai kualitas yang telah diterima oleh pasar internasional dan terdaftar dalam pasar bursa logam di London (London Metal Exchange). Kualitas setiap produk yang dihasilkan oleh perusahaan dijamin dengan sertifikat produk (weight and analysis certificate) yang berstandar internasional dan berpedoman kepada standar produk yang ditetapkan oleh London Metal Exchange (LME) sehingga dapat diperdagangkan sebagai komoditi di pasar bursa logam.
Jenis-jenis produk yang diproduksi oleh PT Tambang Timah dibedakan atas kualitas dan bentuknya.
A. Berdasarkan kualitas produk dapat dibedakan atas:
* Banka Tin (kadar Sn 99.9%)
* Mentok Tin (kadar Sn 99,85%)
* Banka Low Lead (Banka LL) terdiri atas Banka LL100ppm, Banka LL50ppm, Banka LL40ppm, Banka LL80ppm, Banka LL200ppm
* Tin Alloy, dalam bentuk babbit (kadar Sn 80-88 %) dan Pewter (kadar Sn 91-95 %)
* Tin Solder, produk solder (info lebih lanjut dapat dilihat di situs resmi PT.TIMAH.)
B. Berdasarkan bentuk dapat dibedakan atas:
* Banka Small Ingot
* Banka Tin Shot
* Banka Pyramid
* Banka Anoda
Sabtu, 29 Januari 2011
kemana dana reklamasi & Tidak ada PAD dari TIMAH
iNI SALAH SATU YANG MENJADI PROBLEM KITA DI BABEL KENAPA BANYAK bolong di kawasan hutan di babel bahkan melebihi cropcircle di bantul & jogya di indikasikan UFO tp apa mungkin ada UFO di BabeL seperti di STATUS rekan saya Vindyarto Purba (Ada UFO di BabeL, Tiba2 Daratan di BabeL jadi BoLong2) hal itu tidak mungkin terjadi apa bila pihak distamben kab/propinsi dengan TRANSPARAN membeberkan perusahan perusahan pertambangan yang berdasarkan iup mereka keluarkan karena jelas sekali Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2008, reklamasi hutan adalah usaha untuk memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dan vegetasi hutan yang rusak agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan peruntukannya. Apalagi, ada ketentuan PP tersebut yang merisaukan, yaitu Pasal 49 ayat (4) yang mengatur tata cara pelepasan dana jaminan reklamasi. “Istilahnya, pinjam pakai. Selesai digunakan, hutan dikembalikan sesuai dengan fungsinya
Kemudian, perusahaan pertambangan yang selesai melakukan kegiatannya dapat mengembalikan fungsi hutan. Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan menyebutkan, reklamasi kawasan hutan bekas areal pertambangan wajib dilaksanakan oleh pemegang izin pertambangan sesuai dengan tahapan kegiatan pertambangan.
ini salah satu contoh dari kab Sumber: Distamben Kabupaten Belitung. (k1) :
Izin Usaha Pertambangan Umum 1999-Januari 2010 di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur
SKPKPD : 13 Perusahaan
SIPD : 53 Perusahaan
SIUPR
Jumlah Dana Jaminan Reklamasi
1999-2006 : Rp 2.192.770.498
2006-2007 : Rp 1.380.720.498
2007-Jan 2010 : Rp 3.975.215.498
Daftar perusahaan smelter (unit usaha peleburan tambang timah) yang berizin sebagai ekportir terdaftar (ET) antara lain PT Timah (Persero) Tbk yang memiliki lahan Kuasa Penambangan (KP) seluas 473.800,06 hektar (di darat 330.664,09 hektar, di laut 143.135,97 hektar), PT Koba Tin (41.680,30 hektar) CV DS Jaya Abadi (50,00 hektar), PT Bukit Timah (49,60 hektar), dan PT Bangka Putra Karya (255,00 hektar).
PT Timah menyetorkan dana sekitar RpS4,4 miliar sebagai jaminan reklamasi seluas 1.600 ha yang akan dilakukan pada Oktober 2010 sumber Kepala Bidang Lingkungan Hidup PT Timah Tbk Dessy Ros-tianti untuk reklamasi itu sebesar Rp34 juta per hektare,
sumber :Kepala Dinas Pertambangan Energi Bangka Selatan,Jaminan reklamasi $2000 US per hektarnya
Perputaran Uang dari sektor tambang Per tahun sekitar 25 Trilyun ( sumber di Rahasiakan )
kita minta transparansi dari kabupaten lainnya biar permasalan Tambang ini bisa secepatnya kita selesaikan hingga saya yakin ke depan anak yang baru lahir juga pasti mendapatkan Fee dari lingkungannya karena penduduk kita babel tidak sampai satu juta orang,
Jadi pada kemana dana reklamasi dari Perusahan Tambang yang Setorkan ke Pemerintah Kab/ Propinsi selama ini ????
* Nilai Ekspor Besar Tak Sumbang PAD
* Iskandar: Tidak Ada PAD dari Timah
Pangkalpinang – Timah yang menjadi sumber utama perekonomian masyarakat, ternyata hanya memberikan kontribusi sedikit bagi pendapatan daerah Bangka Belitung baik Provinsi, Kabupaten maupun Kota.
Dari total nilai ekspor yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung selama tahun 2010 sebesar US$ 1.419.076.169 dengan jumlah 76.339.557 Kilogram, ekspor timah hanya memberikan kontribusi royalti ke pendapatan daerah Pemprov Bangka Belitung sebesar Rp36.854.471.689.
Menurut Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pemprov Babel, Iskandar Z, pertambangan terutama timah diakui memang tidak memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangka Belitung. Timah hanya memberikan kontribusi dalam royalti dari hasil ekspor yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada daerah sebagai bagi hasil yang masuk dalam Dana Perimbangan. Meskipun demikian, tetap royalti ini menjadi sumber pendapatan daerah, namun bukan pendapatan asli daerahnya.
“Untuk sektor pertambangannya ya sektor timah itu tidak untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu, karena royalti itu dengan surat kuasa pertambangan itu pungutan pemerintah pusat. Kalau PAD kan pungutan daerah kita berdasarkan Perda. Tidak ada itu (PAD dari timah), tapi royalti itu kan pungutan pusat bagi hasil kepada provinsi, kabupaten/kota,” tegasnya.
Dari sektor pertambangan, lanjut Iskandar bisa saja daerah mendapat kontribusi yakni jika pertambangan timah menggunakan air yang retribusi untuk PAD dari pajak airnya. Kemudian perusahaan menggunakan mobil untuk pajak kendaraan bermotor. Hanya saja PAD itu bentuknya dari sektor lain, bukan sektor timahnya.
“Royalti timah pada tahun 2010 dari target Rp26.665.641.400 itu realisasinya sebesar Rp36.854.471.689 dengan persentase 100,54 persen atau over target 0,54 persen, dan dalam menentukan besaran royalti ini kita tidak sembarangan, tapi berdasarkan Kepmenkeu, tidak boleh lebih dan kurang. Nah kalau realisasinya tergantung banyak tidaknya timah yang diekspor,” jelasnya.
Untuk dana royalti sektor pertambangan yang masuk ke kas Pemprov Babel di sisi Dana Perimbangan, termasuk di dalamnya landrent (iuran tetap), royalti timah dan sumber daya migas ditargetkan sebesar Rp43.083.253.500 dengan realisasi Rp48.357.851.685. Persentasenya sebesar 112,24 persen, atau over target 12,24 persen.
Disebutkan Iskandar, untuk iuran tetap ditargetkan sebesar Rp1.999.431.100 dengan realisasi Rp1.608.276.825, atau tidak mencapai target 19,56 persen dengan persentase capaian realisasi 80,44 persen, dan untuk dana bagi hasil sumber daya alam migas, dianggarkan Rp4.429.181.000 dengan realisasi Rp9.895.103.171 atau over target dua kali lipat 123,46 persen.
Capai 76.339.557 Kilogram
Sementara itu, berdasarkan data BPS Babel selama tahun 2010 tercatat sebanyak 76.339.557 kilogram ekspor timah dengan nilai US$ 1.419.076.169. Jumlah terbanyak diekspor pada bulan Nopember sebanyak 7.892.405 Kg dengan nilai US$193.438.856. Sedangkan pada bulan Desember sebanyak 6.674.582 dengan nilai US$158.333.236. Data ekspor ini diperoleh BPS dari hasil data Bea Cukai yang mencatat setiap transaksi ekspor dari Bangka Belitung ke luar negeri.
Singapura masih menjadi negara tujuan terbesar ekspor timah selama kurun waktu Januari – Desember 2010, yang mencapai US$1.092,9 juta atau 77,0 persen dari keseluruhan ekspor timah.
Kepala BPS Pemprov Babel, Yomin Tofri dalam Berita Resmi Statistik Selasa (1/2) mengatakan untuk nilai ekspor Januari – Desember 2010 dibandingkan Januari – Desember 2009 mengalami kenaikan 39,9 persen.
“Timah masih menjadi komoditas unggulan ekspor Bangka Belitung selama Januari – Desember 2010 dengan persentase 80,8 persen dari total ekspor, dengan nilai US$1.419.076.169, atau naik 39,9 persen dibandingkan Januari – Desember 2009,” jelasnya.
Sedangkan secara nasional, ekspor timah yang masuk dalam ekspor non migas Indonesia hanya memberikan kontribusi 1,34 persen dari total ekspor non migas Indonesia selama Januari- Desember 2010. Secara nasional, pada bulan Desember nilai ekspor timah berdasarkan FOB mencapai US$194,7 juta, dan selama Januari – Desember 2010 mencapai US$1.734,6 juta.
Setelah Singapura, Belanda menjadi negara tujuan ekspor kedua dengan nilai US$66,3 juta atau 4,7 persen, Malaysia US$62,8 juta dengan persentase 4,4 persen, taiwan US$45,8 juta atau 3,2 persen dan Jepang US$43,7 juta atau 3,1 persen. Kontribusi kelima negara tersebut mencapai 92,4 persen dari total ekspor non timah.
Disebutkan Yomin, selain timah ekspor Bangka Belitung selama tahun 2010 terdiri dari non timah, diantaranya minyak atau lemak hewan dan nabati (CPO) pada bulan Desember 2010 mencapai US$18,1 juta dan selama Januari – Desember sebesar US$142,509.732 dengan jumlah 175.809.895 Kg, kemudian diikuti karet dan barang dari karet mencapai US$ 48.262.350 dengan berat 15.321.440 Kg, Kopi, Teh dan Rempah (yang didalamnya terdapat Lada ) selama 2010 mencapai US$15.288.228 dengan jumlah 2.754.500 Kg, kemudian hasil perikanan dan olahan sebesar US$ 8.661.354 dengan jumlah 4.618.250 Kg, dan Lainnya.
“Negara tujuan ekspor non timah selama Januari – Desember 2010 ke tujuh negara mencapai US$308,6 juta atau meninglat 112,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan negara tujuan utama ke China yang mencapai angka US$88,5 juta atau memberikan kontribusi terbesar yaiu 26,2 persen terhadap total ekspor, diikuti Singapura US$36,5 juta (10,8 persen), Vietnam US$29,9 juta (8,9 persen), Bangladesh US$28,2 juta (8,4 persen), dan India US$24,4 juta (7,2 persen), kontribusi ketujuh negara tersebut mencapai 91,5 persen dari total ekspor non timah babel,” terangnya seraya menyebutkan kegiatan BRS ini dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia kemarin.
Penanaman Modal Daerah
* Hanya 2 Perusahaan Beri Andil
* Saham di Riau Air Line Ditarik
Pangkalpinang-Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Iskandar Z mengatakan, hingga akhir tahun anggaran 2010, penanaman modal milik Pemprov Bangka Belitung di 8 perusahaan, hanya dua perusahaan yang menguntungkan dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemprov Babel pada tahun anggaran 2010.
Kontribusi terbesar disumbang oleh PT. Bank Pembangunan Sumatera Selatan Bangka Belitung (PT. BPDSSBB), sementara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Babel dengan nama PT. Bumi Bangka Belitung Sejahtera (PT. BBBS) tidak memberikan kontribusi apa-apa terhadap PAD alias nol besar.
Disebutkan Kadis PPKAD Pemprov Babel, Iskandar untuk kedua perusahaan yang memberikan kontribusi dari delapan perusahaan diantaranya adalah Bank Sumselbabel dengan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPR Syariah) dengan realiasasi sebesar Rp3.077.327.809 dari target sebesar Rp1.793.513.112,30.
“Untuk penanaman modal yang menghasilkan hanya dua yaitu di Bank Sumselbabel dan di BPR Syariah, nilainya besar dari target yang kita anggarkan itu mengalami over target 71,58 persen atau dengan realisasi 171,58 persen,” ujarnya, kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin (1/2).
Sedangkan enam perusahaan lainnya belum memberikan kontribusi terhadap PAD tahun anggaran 2010, diantaranya penanaman modal di Perusahaan Daerah Air Minum (PADM) Pangkalpinang dan Belitung, PT. Riau Air Lines (RAL), PT. Sumatera Civing Line dan PT. Sumatera Promotion Center, dan BUMD milik Pemprov Babel, PT. BBBS.
“Kalau BUMD dari Rp4 miliar penyertaan modal kita dikembalikan sebesar Rp80 juta, sehingga penyertaan modal kita hanya Rp3,6 miliar saja, dari BUMD ini juga tidak menghasilkan apa-apa untuk PAD, nol besar, ” tandasnya.
Disinggung mengenai penarikan penyertaan modal, Iskandar mengatakan, tidak bisa menarik penyertaan modal di BUMD tersebut, karena merupakan BUMD milik Pemprov yang dibentuk oleh Pemprov sendiri, namun menurutnya, BUMD ini harus ada pembenahan yang lebih profesional lagi agar BUMD kita menghasilkan PAD.
“Masa’ kita yang bentuk kita yang menarik penyertaan modal, ya tidak lah, kecuali perusahaan lain baru bisa. Hanya saja saya rasa ini perlu pembenahan di BUMD agar lebih profesional dan lebih baik lagi,” tukasnya seraya berharap.
Untuk saham di PT. Sumatera Civing Line dan Sumatera Promotion Center masing-masing sebesar Rp100 juta merupakan kerjasama antar Sumatera sehingga diikut sertakan meskipun dari awal sudah diketahui tidak menguntungkan. Demikian juga dengan PDAM yang tidak juga menguntungkan.
“Kalau PDAM itu sebenarnya dulu kita salah kaprah, harusnya bukan penyertaan modal melainkan bantuan daerah bawahan, karena mana ada PDAM untung, penyertaan modal kita di PDAM Pangkalpinang itu Rp8,2 milyar sedangkan di Belitung sekitar Rp731 juta,” kata Iskandar.
Lain halnya dengan ketujuh perusahaan yang menjadi tempat penanaman modal Pemprov, PT. Riau Air Line (RAL) berdasarkan tembusan yang diterima Iskandar untuk penyertaan modal di RAL ini tahun 2011 akan ditarik sebesar Rp1 Miliar, karena tidak menguntungkan.
“Penyertaan di RAL ini merupakan kerjasama se-Sumatera, dulunya penyertaan modal kita Rp1 miliar, kita mengharapkan ada penerbangan yang dilayani oleh RAL ini seperti awal-awal penyertaan modal kita, kalau sekarang tidak ada lagi sehingga kita tidak dapat manfaat apa-apa. Terakhir info yang saya dengar dan saya dapat tembusan surat dari Gubernur menarik modal saham kita di RAL tersebut, untuk lebih rincinya bisa ke BKPMD,” pungkasnya menjelaskan. (nov/3).
Langganan:
Postingan (Atom)

